Minggu, 24 Februari 2013

Laporan Pendahuluan Perilaku Kekerasan (PK) Lengkap


I .KASUS ( MASALAH UTAMA ) : PERILAKU KEKERASAN
II.PROSES TERJADINYA MASALAH :
a.Pengertian : Menyentuh orang lain secara menakutkan,berupa kata ancaman,melukai pada tingkat ringan dan yang paling berat merusak secara serius.
b.Penyebab : Keselamatan fisik ( penyakit fisik )keputus asaan,ketidak berdayaan,percaya diri yang kurang,situasi lingkungan yang ribut,kritikan,menghina,kehilangan yang di cintai.
c.Faktor yang muncul :
  • Psikologis : kegagalan yang di alamidapat menimbulkan frustasi yang kemudian dapat timbul agresif ( amuk )
  • Perilaku : reinforcemen yang di terima saat melakukan kekerasandi rumah/ di luar.
  • Sosial budaya : budaya tertutup dan membalas secara diamdan kontrol sosial yang tidak pasti ( terhadap perilaku kekrasan )
  • Bio neurologis : kerusakan sistem limbik,lobus frontal,lobus temporaldan ketidak seimbangan neuroteansmitter turut berperan dalam terjadinya perilaku kekerasan.
d.Tanda – tanda dan gejala
Ø  Muka marah,pandangan tajam,oto tegang,nada suara tinggi berdebat,merampas makanan memukul jika tidak senang.
III .A POHON MASALAH
Resiko mencederai diri,orang lain,dan lingkungan

Perilaku kekerasan

Koping individu tidak efektif


 


                                                 Gangguan harga diri
B.MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DI KAJI
1.Perilaku kekerasan
2.Resiko mencederai
3.Gangguan harga diri ( HDR )
DATA YANG PERLU DI KAJI :
DS : Penyebab marah,perasaan marah,tanda – tanda marah yang dirudak klien
DO : Muka merah,pandangan tajam,oto tegang,nada suara tinggi,merampas makanan memukul jika tidak senang.
IV.DIAGNOSA KEPERAWATAN
v  Resiko mencederai diri b/ d perilaku kekerasan.
v  Perilaku kekerasan b / d HDR
V. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
v  Diagnosa : - resiko mendererai diri b / d perilaku kekerasan
                  -  perilaku kekerasan b / d HDR
v  TUM : kKlien tidak mencederai orang lain dandirinya.
v  TUK :
Klien dapat :
1.mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan
2. mengidentifikasi benda – benda perilaku kekerasan
3.mengidentifikasi perilaku kekerasan yang bisa di lakukan.
4.mengidentifikasi akibat perilakukekerasan
5.mengidentifikasi cara yang konstruktif dalam berespon terhadap kemarahan
6.mendemostrasikan yang terkontrol
7.mendapat dukungan keluarga dalam mengontrol perilaku
8.menggunakan obat perilaku kekerasan.
Pdsa saat terjadi perilaku kekerasan.
9.klien mendapat perlindungan dari lingkungan untuk mengontrol perilaku kekerasan
v  Tindakan keperwatan.

·         Bina hubungan saling percaya
-          salam terapeutik danempati
-          perkenalan
-          jelaskan tujuan intruksi
-          ciptakan lingkungan yang tenag
·         beri kesempatan klien mengungkapkan
·         bantu klien untuk mengungkapkan penyebab ( orang lain,situasi,diri sendiri ) perasaan jengkel / kesel.
·         Anjurkan klien mengungkapkan yang di alami dan di rasakan saajengkel / kesal,tanda – tanda,agresif kekerasan/
·         Observasi tanda perilaku kekerasan pada klien
·         Simpulkan bersama tanda – tanda jengkel / kesalyang dialami klien
·         Bantu klien untuk bermain perandengan perilaku kekerasan yang biasadilakukan klien.
·         Bicarakan dengan klien “ apakah dengan cara yang di gunakan klien lalu masalahnya selesai.
·         Bicarakan akibat / kerugian dengan cara yang di gunakan klien
·         Tanyakan kepada klien “ apakah ia ingin mempelajaricatatan yang sehat.
·         Berikan pujian jika klien mengetahui cara lain yang sehat/
·         Secara fisik : tarik nafas,dalam jika sedang kesalataumemukulbantal / kasur,atau olahraga,pelanggaran yang memerlukan tenaga
·         Secara verbal :latihan dalam kelompokcara – cara marah yang tepat latihan asertif,latihan manajemen perilaku kekerasan
·         Secara spiritual  :sembahyang,berdoa atau ibadah lainnya
·         Bantu klien memilih cara yang disukai / cocok untuk klien.
·         Anjurkan klien menggunakan cara yang telah dipelajari pada saat klien jengkel.
·         Diskusikan dengan klien mengenai cara yang di gunakan.
·         Beri pujian atas keberhasilan klien
·         Buat kontrak dengan keluarga saat membawaklien di rawat di RS
·         Pertemuan keluarga – keluarga
·         Bantu keluarga mengidentifikasi kemajuan yang di miliki
·         Fasilitas yang dimiliki keluarga di rumah
·         Jelaskan cara – cara merawat klien di rumah termasuk obat.
·         Jelaskan dan tunjukkan obat yang harus diminum klien pada klien dan keluarga
·         Jelaskan prinsip 5 benar minum obat
·         Anjurkan klien untuk minta obat dan minum obatr tepat waktu
·         Anjurkan klien melapor pada perawat / dokter jika merusak efek yang tidak menyenangkan.
·         Beri pujianklien minum obat dengan benar.
Pada saat terjadi kekerasan
·         Bicara tenang geraka tidak terburu – buru,nada suara  rendah
·         Jika harus di lakukan pembatasan gerak
·         Jika dilakukan sendiri,minimal 2 – 3 orang,1 orang ( lihat pedoman pengekangan / pelepasan )
Hasil yang di harapkan :
·         Pada klien :
-          mampu mengungkapkan cara yang sehat jika jengkel ( fisik,verbal sosial danspiritual )
-          tidak melakukan perilaku kekerasan
-          mampu melakukan kegiatan sehari ( boleh buat dsendiri )
·         Pada keluarga :
-          keluarga mampu merawat klien
-          keluarga mengetahui kegiatan yang perlu di lakukan di rumah ( boleh di buat jadwal ).
-          Keluarga mengetahui cara pemberian obat dengan benmar dan waktu follow up.